Si jago merah lahap 50 toko di Pasar Seketeng Sumbawa Besar

KONTAN.CO.ID – SUMBAWA. Sebanyak 50 toko yang ada di Pasar Seketeng Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB) hangus terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Diketahui, kebakaran terjadi pada Rabu (23/1) sekitar pukul 15.00 Wita.

Dugaan sementara, kebakaran yang menghanguskan rumah toko (ruko) kecil dalam pasar itu akibat percikan arus pendek listrik. Hal ini diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Zainal Abidin. “Dari hasil pemantauan di lapangan, kebakaran yang terjadi akibat arus pendek. Akibat kejadian tersebut, sekitar 50 ruko kecil yang berada di dalam Pasar Seketeng hangus terbakar,”ujarnya.

Menurutnya, saat kebakaran, angin cukup kencang sehingga api dengan cepat menjalar ke bagian timur pasar. Ditambah lagi, banyaknya barang dagangan yang mudah terbakar sehingga api kian besar.

Tidak lama kemudian, si jago merah mengamuk dan menyebar hingga melahap puluhan toko lainnya. Beberapa pedagang yang berjualan di pasar pun kesulitan memadamkan api yang tak terkendali. Mereka juga kesulitan mengamankan barang dagangannya yang masih tersisa karena listrik padam.

Tak lama berselang, sejumlah mobil pemadam tiba di lokasi kebakaran setelah mendapat informasi dari warga. Pihak kepolisian juga diturunkan ke lokasi kebakaran. Beberapa jam kemudian, petugas yang berjibaku melawan api akhirnya berhasil memadamkan si jago merah.

Meski tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun BPBD mencatat kerugian akibat kebakaran mencapai lebih dari satu miliar.”Hingga saat ini, kerugiaan akibat kebakaran tersebut mencapai Rp 1,2 M. Sementara para pedagang yang tokonya terbakar masih mengais sisa kebakaran di toko masing-masing,” ucap Zainal.

Sementara itu, BPBD juga telah melakukan survei lokasi yang terdampak dan ikut membantu warga melakukan pembersihan puing-puing kebakaran. Gubernur NTB Zulkieflimansyah beserta rombongan juga meninjau langsung lokasi kebakaran yang menghanguskan 50 ruko pedagang berserta isinya. (Syarifudin)

Sumber : Kompas.com
Editor: Noverius Laoli

Sumber : Kompas.com
Editor: Noverius Laoli
Video Pilihan