Sekitar 200 rumah di Sukoharjo rusak diterjang puting beliung

KONTAN.CO.ID – SUKOHARJO. Sekitar 200 atap rumah di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dilaporkan rusak menyusul bencana angin puting beliung yang melanda wilayah ini. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukoharjo, Sri Maryanto yang dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (24/1) malam, menyatakan, puting beliung menyapu dua ratusan rumah di beberapa lokasi sejak dua hari terakhir.

“Tadi kejadiannya hanya sekitar lima menitan dan dalam kondisi hujan gerimis. Angin puting beliung menyapu di Kecamatan Sukharjo, yakni di Kelurahan Jetis, Kelurahan Gayam dan Kelurahan Sukoharjo,” kata Maryanto.

Bencana puting beliung hari ini, kata Maryanto, merusak atap rumah, antara lain di Kelurahan Sukoharjo sebanyak 50 rumah, Kelurahan Jetis 25 rumah dan Kelurahan Gayam sebanyak 25 rumah. Selain itu, dilaporkan atap rumah yang terbuat dari seng terbang disapu puting beliung.

Tak hanya itu, empat rumah rusak karena tertimpa pohon tumbang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Sehari sebelumnya, Rabu (23/1), angin puting beliung melanda Kecamatan Bulu di tiga desa. “Banyak rumah yang atap rusak. Dan ratusan pohon tumbang. Akibatnya, ratusan atap rumah juga rusak,” jelas Maryanto.

Ia menambahkan, bencana puting beliung sebelumnya pernah melanda tiga kecamatan, yakni Kecamatan Baki, Nguter dan Kecamatan Kartasura. Untuk warga yang rumahnya rusak, Maryanto mengatakan, langsung diperbaiki secara gotong-royong. Dengan demikian, rumahnya masih bisa ditinggali.

Atas kejadian itu, Maryanto mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan memasuki musim penghujan. Warga diminta waspada bencana banjir, puting beliung hingga tanah longsor. “Sudah ada surat edaran bupati yang ditujukan kepada camat dan kepala desa untuk mengimbau warga waspada bencana pada puncak musim penghujan yang berlangsung hingga Februari,” jelas Maryanto. (Muhlis Al Alawi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 200 Rumah di Sukoharjo Rusak Diterjang Puting Beliung Selama 2 Hari.

Sumber : Kompas.com
Editor: Wahyu Rahmawati

Sumber : Kompas.com
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan