Ridwan Kamil janji luncurkan kredit infrastruktur daerah dalam waktu dekat

KONTAN.CO.ID – BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Jabar akan meluncurkan kredit Infrastruktur Daerah (Indah). “Insya Allah dalam waktu dekat, program kredit Indah akan di-launching. Saya ingin Bank BJB ikut membantu pembangunan di daerah. Karena kalau mengandalkan APBD atau CSR sangat terbatas,” ujar Ridwan dalam Business Review Triwulan IV-2018 di Bandung, Selasa (23/1).

Pria yang akrab dipanggil Emil ini mengatakan, Bank BJB harus fokus menjalankan tugasnya sebagai bank pembangunan daerah. Ia berharap, Bank BJB melakukan penetrasi untuk memberikan pelayanan kepada pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah. “Termasuk dalam memberikan kredit kepada pemerintah daerah yang akan melakukan pembangunan. Dari pada ke bank lain, lebih baik BJB karena milik masyarakat Jabar,” tuturnya.

Selain itu, Emil meminta Bank BJB memperhatikan sektor mikro. Berdasarkan data, terdapat empat juta kepala keluarga di Jabar masuk kategori miskin. Selain itu, banyak warga Jabar yang belum bisa mengakses perbankan. Untuk itu, ia meminta Bank BJB harus menjemput bola.

“Saat ini layanan yang harus mendatangi masyarakat bukan sebaliknya. Dengan pola tersebut, Insya Allah masyarakat Jabar akan terbebas dari rentenir dengan adanya kredit mikro tanpa agunan,” ucapnya. Tak hanya itu, Emil juga meminta Bank BJB memperhatikan sektor IT yang harus disesuaikan dengan perkembangan saat ini.​

Plt Direktur Utama Bank BJB, Agus Mulyana mengatakan, tahun 2019 ini pihaknya mengembangkan beberapa produk digital. Di antaranya pengembangan e-monet server based untuk transaksi menggunaan QR code. Kedua, mobile banking yang lebih user friendly, E-Kiosk, digital laku pandai, dan lainnya.

“Lalu digitalisasi produk dalam penyaluran kredit UMKM sehingga memperluas skala ekonomi, menciptakan peluang pasar baru serta mempercepat hubungan antara produsen dan konsumen,” tuturnya. “Itu sesuai dengan karakter layanan kredit mikro yang menuntut kecepatan, kemudahan dan tanpa agunan,” pungkasnya. (Reni Susanti)

Sumber : Kompas.com
Editor: Noverius Laoli

Sumber : Kompas.com
Editor: Noverius Laoli
Video Pilihan