Menhan Ryamizard Ryachudu sewakan tanah di Banyuasin Sumsel untuk KEK

KONTAN.CO.ID – PALEMBANG. Menteri Pertahanan (Menhan)  Ryamizard Ryacudu menyewakan tanah milik keluarganya seluas 2.500 hektare yang berada di Sungsang, Kecamatan Banyuasin, Sumatra Selatan untuk dijadikan lokasi Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK). 

Hal itu diketahui setelah Gubernur Sumsel Herman Deru mengadakan rapat bersama Menhan di Griya Agung, Palembang untuk membahas perluasan wilayah KEK, Sabtu (5/1). 

Dalam rapat tersebut, pihak Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan meminta permohonan revisi lahan KEK yang mana sebelumnya dalam Keputusan Presiden (Kepres) seluas 2.030 hektare. 

Dari total 2.030 hektare lahan tersebut, 67 hektare telah berhasil dibebaskan dengan menggunakan dana APBD sebanyak Rp 50 miliar. Namun, biaya pembebasan lahan itu menjadi kendala pemerintah setempat sehingga akan memperlambat terbentuknya KEK di Sumsel. 

Herman Deru menjelaskan, untuk satu hektare lahan membutuhkan biaya sebesar Rp 800 juta. Sedangkan 2.030 hektare lahan harus dibebaskan menggunakan dana APBD. 

Setelah direvisi, Gubernur Sumsel menemukan solusi dengan memakai lahan milik keluarga Menhan seluas 2.500 hektare yang berada di Kabupten Banyuasuin untuk digunakan sebagai lokasi KEK. 

“Dari hasil rapat, Menhan Ryamizad setuju untuk digabungkan lahan tersebut dengan wilayah KEK tanpa harus ada ganti rugi. Namun, untuk hasilnya itu ‘B to B’ antara PT Sriwijaya Mandi Sumsel (SMS) selaku pengelola KEK dengan PT Tri Patria Grup milik keluarga Ryamizad Ryacudu,” kata Herman Deru usai rapat. 

Setelah mendapatkan persetujuan dari Menhan, Deru mengaku mereka kini akan mengajukan revisi kepemerintah pusat soal lahan yang akan di gunakan sebagai lokasi KEK di Sumsel.  

“Sudah dibentuk tim revisi untuk menyusun percepatan dokumen tersebut. Ditargetkan, dokumen ini mampu diselesaikan sebelum pertengahan tahun sehingga saat pertengahan tahun sudah dapat jalankan. Untuk lahan lama yang belum dibebaskan dihentikan sementara, karena memang biaya yang besar, 

Sementara itu,  Direktur Utama (Dirut) PTSMS I Gusti Surya Negara menerangkan, sejauh ini ada 15 investor yang tertarik untuk membangun industri dikawasan KEK Sumsel. 

“Dari 15 investor, empat diantaranya investor asal Korea yang sudah tertarik. PT Pusri juga tetarik untuk membangun pabrik disini,” kata Gusti. 

Gusti menerangkan, untuk target revisi KEK direncanakan rampung pada April mendatang. Sehingga akan mempercepat proses pembuatan lokasi KEK. 

“Pasti berhasil mencapai target. Terlebih lagi, sekarangkan ada kemudahan USS begitu mengajukan izin dan dikeluarkan boleh dilakukan pembangunan dengan komitmen untuk memenuhi administrasi,” ujarnya. (Kontributor Palembang, Aji YK Putra)  

Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul: “Menhan Sewakan Tanah 2.500 Hektar Milik Keluarga untuk KEK di Sumsel”

Sumber : Kompas.com
Editor: Herlina Kartika

Sumber : Kompas.com
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan