Jembatan Selayang Pandang rusak pasca diterjang gelombang tinggi

KONTAN.CO.ID – ANAMBAS. Peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) patut diindahkan. Dalam beberapa hari terakhir gelombang tinggi tengah melanda sebagian wilayah Indonesia.

Terbaru adalah  Jembatan Selayang Pandang (SP) Tarempa, Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau, ditutup sejak Kamis (3/1) kemarin rusak akibat dihantam gelombang tinggi yang terjadi pada Kamis dini pekan ini.

Kabag Humas Pemkab Anambas Akmaruzzaman yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Untuk mempelancar aktivitas warga, Pemkab Anambas kembali membuka jalan Cingkareng yang merupakan jalan lama yang sempat tidak dipergunakan sejak adanya jembatan SP tersebut.

“Saat ini jembatan SP kami tutup untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dan, untuk jalan alternatifnya, pemerintah kembali membuka jalan Cingkareng,” kata Akmaruzzaman, Sabtu (5/1).

Akmaruzzaman mengatakan, saat ini kondisi cuaca di Kabupaten Anambas sedang tidak bersahabat. Ia mengimbau warga yang tinggal dipesisir untuk selalu waspada.

“Untuk nelayan saat ini memang tidak ada yang turun ke laut, namun untuk warga yang di pesisir ini yang selalu diminta waspada,” jelasnya.

Untuk perbaikan sendiri, Akmaruzzaman mengatakan, Pemkab Anambas sudah mengalokasikan dana sekitar Rp 5 miliar. “Secepatnya jembatan ini akan diperbaiki, pemkab siapkan dana sekitar Rp 5 miliar,” ungkapnya.

Namun demikian, Pemkab Anambas tetap berharap bantuan dari Pemprov Riau agar perbaikan jembatan SP benar-benar sempurna. “Rp 5 miliar kemungkinan cukup, namun jika ada bantuan dari Pemprov setidaknya membuat jembatan tersebut semakin bagus,” ujarnya.

Sebelumnya Kepala Statiun Meteorologi Tarempa Kabupaten Anambas, Kepri Dudi Juhandinata membenarkan adanya tinggi gelombang di Perairan Kepri, khususnya perairan Natuna dan Anambas yang diperkirakan mencapai 4 meter.

Cuaca ekstrem ini terjadi selain sudah waktunya, juga merupakan dampak dari badai siklon tropis “PABUK” yang aktif di wilayah Laut Cina Selatan. Selain itu, gelombang tinggi juga terjadi juga akibat adanya belokan angin (shearline) di dekat wilayah Kepri yang mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif. (Hadi Maulana)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Jembatan Selayang Pandang Rusak Diterjang Gelombang 4 Meter”,
 

Sumber : Kompas.com
Editor: Noverius Laoli

Sumber : Kompas.com
Editor: Noverius Laoli
Video Pilihan