Ini cara Wali Kota Semarang menggaet investasi ke kotanya

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Berangkat dari munculnya pemberitaan media nasional pada tahun 2009 yang menggambarkan Semarang sebagai kota tertinggal, Wali Kota Semarang terpacu untuk mengubah stigma tersebut dan menjadikan kota yang terkenal dengan lumpia itu ramah bagi investor.

Pasalnya, Semarang memiliki potensi yang besar karena satu-satunya ibu kota provinsi yang memiliki tempat strategis karena dikelilingi olehdataran rendah, perbukitan dan laut. Menjadikan Semarang kaya akan potensi ekonomi.

Hendar Prihadi, Walikota Semarang yang mulai masuk di pemerintahan daerah Semarang mulai dari 2010 mencoba mengubah stigma dengan membangun kepercayaan masyarakat kepada pemerintah daerah. Yang mana pemerintah daerah khususnya Semarang harus bersih dulu, agar masyarakat percaya. Bahkan Hendar menurunkan pangkat sbobet indonesia hingga memberhentikan aparatur sipil negara (ASN) demi bersihnya pemerintahan.

“Kedua, perlu ada partisipiasi masyarakat untuk membangun kota Semarang, mulai dari agen marketing hingga kemudian masyarakat terlibat secara langsung dalam percepatan pembagunan ekonomi,” ujar Hendar.

Selanjutnya untuk menambah investasi di Semarang, Hendar meramu beberapa program diantaranya mereformasi birokrasi, menerapkan Smart City, meningkatkan daya tarik pengunjung ke kota Semarang, dan beberapa program lainnya.

Dengan beberapa kiat-kiat tersebut telah menghasilkan buah yang manis bagi Semarang. Pertumbuhan investasi Semarang di tahun 2011 yang hanya Rp 0,9 triliun dengan angka pengangguran 10,23{eaeadadcd774062ae6801cfdfd1f029ce06d406f7d13188335495beced779b14}, di tahun 2017 angka invetasi menyentuh Rp 20,5 triliun, dengan angka pengangguran yang turun menjadi 6,61{eaeadadcd774062ae6801cfdfd1f029ce06d406f7d13188335495beced779b14} hingga akhir tahun.

Selain itu realisasi pajak daerah hingga akhir tahun 2017 menjadi Rp 1,11 triliun dari yang Rp 361,26 miliar di tahun 2011.